Engineering Services

Jasa Loading Test Struktur

Verifikasi respons aktual struktur terhadap skenario beban terencana melalui uji statik atau dinamik, instrumentasi, dan kajian teknis yang disusun sesuai keputusan proyek.

Persiapan Sebelum Konsultasi

  • Jenis dan lokasi struktur, fungsi operasi, kondisi yang menjadi perhatian, serta keputusan yang perlu dibuat.
  • Drawing, design basis, calculation atau model, as-built information, data material, dan laporan terdahulu yang tersedia.
  • Skenario serta sumber beban, parameter yang ingin diukur, dan acceptance criteria dari konsultan atau pihak berwenang.
  • Akses pemasangan sensor, traffic atau operation window, permit, safety plan, target jadwal, dan stakeholder approval.

Tujuan pekerjaan

Keputusan yang perlu didukung oleh data

Loading test atau uji beban membantu tim proyek melihat bagaimana struktur merespons beban uji yang telah direncanakan. Nilainya bukan sekadar pada jumlah beban, tetapi pada hubungan antara tujuan pengujian, kondisi awal, posisi beban, instrumentasi, urutan pembebanan, dan kriteria pembanding.

Pengujian dapat diterapkan pada jembatan, struktur elevated, jetty atau dermaga, gedung, dan terowongan. Metode serta konfigurasi setiap pekerjaan harus disesuaikan dengan sistem struktur, akses, risiko, sumber beban, dan keputusan yang ingin didukung; satu susunan pengujian tidak dapat digunakan untuk semua aset.

Untuk jembatan dan terowongan jalan yang masuk dalam ketentuan terkait, penyelenggaraan keamanannya mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2022. Dalam proses uji laik fungsi struktur, proposal, pelaksanaan uji beban, dan pembahasan hasil melibatkan pengelola, konsultan pengujian, serta KKJTJ/BKJTK sesuai alur yang berlaku.

Untuk struktur yang telah beroperasi, kebutuhan dan interval pengujian ulang tidak boleh dipukul rata. Penentuannya mengikuti klasifikasi aset, ketentuan otoritas, program pengelolaan, perubahan beban atau fungsi, riwayat kondisi, serta hasil inspeksi dan pemantauan.

Loading test tidak dengan sendirinya menetapkan kapasitas maksimum atau menyatakan struktur aman untuk seluruh kondisi. Kesimpulan harus dibatasi pada load case, kondisi struktur, konfigurasi alat, ketidakpastian pengukuran, model pembanding, dan kewenangan pihak yang menilai hasil.

Kapan dibutuhkan

Situasi yang memerlukan verifikasi respons struktur

Tujuan pekerjaan menentukan skenario beban, parameter yang diukur, dan tingkat kajian yang diperlukan.

1

Sebelum struktur baru, jembatan, atau struktur elevated digunakan dan respons aktualnya perlu dibandingkan dengan desain.

2

Setelah revitalisasi, perbaikan, perubahan fungsi, atau perubahan beban yang memerlukan verifikasi lapangan.

3

Saat pengelola perlu mengevaluasi struktur eksisting berdasarkan konfigurasi beban dan kriteria yang ditetapkan.

4

Ketika model analitis memerlukan pembanding berupa lendutan, regangan, atau karakteristik dinamik yang terukur.

Ruang lingkup

Apa yang dapat dibahas dalam penawaran

1

Menetapkan tujuan pengujian, keputusan yang perlu didukung, jenis struktur, load case, serta acceptance criteria bersama pihak terkait.

2

Menelaah drawing, perhitungan atau model, data material, riwayat konstruksi atau perbaikan, akses, dan batas operasi yang tersedia.

3

Menyusun test plan, posisi beban, load sequence, hold point, instrumentation layout, baseline, serta hold dan stop criteria.

4

Melaksanakan pemeriksaan awal, pemasangan sensor, pembebanan terkontrol, quality check, unloading, dan pemeriksaan pascauji.

5

Membandingkan hasil pengukuran dengan analytical expectation atau acceptance criteria dalam batas data dan lingkup yang disepakati.

Pilihan metode

Static dan Dynamic Loading Test menjawab kebutuhan yang berbeda

Konfigurasi final mengikuti jenis struktur, sumber beban, parameter, kondisi akses, dan kriteria yang digunakan untuk menilai hasil.

Pelaksanaan Static Loading Test menggunakan kendaraan sebagai beban uji terkontrol.

Static Loading Test

Mengukur respons struktur terhadap beban diam yang ditempatkan pada posisi dan tahapan yang telah direncanakan.

Konfigurasi pengujian

Kendaraan, beban mati tambahan, atau sumber beban lain ditempatkan bertahap pada titik kritis. Setiap tahap memiliki target beban, posisi, hold period, baseline, dan urutan unloading yang dapat ditelusuri.

Parameter yang dapat direkam

  • Defleksi atau displacement pada titik yang dipilih.
  • Regangan pada gelagar, kolom, sambungan, atau elemen penting lainnya.
  • Beban aktual, kemiringan, respons residual, dan parameter pendukung sesuai tujuan uji.

Digunakan untuk

Data digunakan untuk membandingkan respons aktual dengan model atau kriteria proyek, mengevaluasi kekakuan, meninjau respons sambungan atau elemen utama, dan menentukan apakah respons setelah unloading memerlukan kajian lanjutan.

Batas interpretasi: Hasil hanya mewakili posisi, besar, durasi, kondisi struktur, dan skenario beban yang diuji. Temuan tidak otomatis menetapkan kapasitas maksimum untuk seluruh kondisi operasi.

Dynamic Loading Test untuk merekam respons getaran struktur terhadap beban bergerak.

Dynamic Loading Test

Merekam respons getaran struktur akibat beban bergerak atau eksitasi terkontrol yang mewakili kebutuhan pengujian.

Konfigurasi pengujian

Accelerometer ditempatkan pada titik yang ditentukan, kemudian respons direkam ketika kendaraan melintas, melewati gundukan terkontrol, atau saat struktur menerima sumber eksitasi lain sesuai test plan.

Parameter yang dapat direkam

  • Frekuensi alami untuk menggambarkan karakteristik getaran bawaan dan membantu meninjau risiko keselarasan dengan eksitasi berulang yang dapat memicu resonansi.
  • Damping untuk menilai seberapa cepat energi getaran berkurang.
  • Mode shape, percepatan, dan karakteristik kekakuan dinamik bila konfigurasi pengukuran mendukung.

Digunakan untuk

Parameter dinamik dapat dibandingkan dengan perhitungan teoritis, model numerik, atau baseline untuk menilai konsistensi perilaku struktur dan kebutuhan evaluasi berikutnya.

Batas interpretasi: Perubahan frekuensi atau respons getaran merupakan indikasi yang harus dibaca bersama kondisi pengujian dan model pembanding; hasil tersebut bukan bukti tunggal adanya kerusakan internal.

Metode

Pendekatan pekerjaan

  • Static Loading Test untuk merekam defleksi, regangan, beban, kemiringan, atau parameter lain pada pembebanan diam yang terkontrol.
  • Dynamic Loading Test untuk merekam natural frequency, damping, mode shape, percepatan, dan respons terhadap beban bergerak atau eksitasi terencana.
  • Dial gauge, LVDT atau displacement sensor, strain gauge, accelerometer, tiltmeter, load cell, data logger, dan instrumen pendukung dipilih sesuai tujuan serta kondisi lapangan.
  • Pemeriksaan visual sebelum dan sesudah pengujian, baseline, quality check, serta hold atau stop decision mengikuti test plan.

Deliverables

Keluaran yang disepakati

  • Test plan, method statement, load arrangement, instrumentation layout, dan kebutuhan persiapan sebelum mobilisasi.
  • Field record yang mencakup konfigurasi sensor, baseline, tahapan beban, waktu, kondisi lingkungan, dan catatan kualitas data.
  • Plot serta tabel defleksi, regangan, percepatan, frekuensi, damping, atau parameter lain yang masuk dalam ruang lingkup.
  • Perbandingan terhadap analytical expectation atau acceptance criteria yang telah ditetapkan oleh pihak terkait.
  • Laporan teknis yang menjelaskan hasil, interpretasi, asumsi, keterbatasan, dan tindakan lanjutan bila diperlukan.

Alur pekerjaan

Dari tujuan pengujian hingga laporan yang dapat ditelusuri

Setiap tahap menjaga hubungan antara kondisi lapangan, urutan beban, kualitas data, dan dasar interpretasi.

  1. 1

    Konfirmasi tujuan, kewenangan, data desain, jenis struktur, dan keputusan yang harus didukung.

  2. 2

    Survei awal untuk memeriksa kondisi, akses, titik kritis, sumber beban, lalu lintas atau operasi, serta kebutuhan keselamatan.

  3. 3

    Finalisasi test plan, instrumentation layout, load sequence, komunikasi lapangan, hold point, dan stop criteria.

  4. 4

    Pemeriksaan visual awal, pemasangan sensor, pengecekan sistem acquisition, dan pengambilan baseline.

  5. 5

    Pembebanan serta unloading bertahap dengan pemantauan real-time, pencatatan kondisi, dan pemeriksaan kualitas data.

  6. 6

    Kajian hasil, perbandingan terhadap model atau kriteria, penyusunan batas interpretasi, dan laporan teknis.

Pengalaman Testindo

Loading Test pada beragam struktur dan kondisi operasi

Pengalaman pada berbagai tipe struktur membantu tim Testindo menyiapkan skenario beban, instrumentasi, akses, dan pengendalian lapangan sesuai kebutuhan setiap pengujian.

Tim Testindo dalam pelaksanaan dan koordinasi pekerjaan Loading Test struktur.
Koordinasi lapangan, instrumentasi, dan pencatatan kondisi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Loading Test.

Pengalaman Loading Test Testindo

  • SHMS dan Load Test Jembatan Kukar, Tenggarong, Kalimantan Timur
  • SHMS dan Load Test Jembatan Tayan, Kalimantan Barat
  • SHMS dan Load Test Jembatan Kamojang, Jawa Barat
  • SHMS dan Load Test Jembatan Mahkota II, Samarinda, Kalimantan Timur
  • Load Test Jembatan Taxiway Bandara Soekarno-Hatta
  • Load Test Jembatan Kereta Api di Lhokseumawe, Aceh

Video lapangan

Loading Test oleh tim Testindo

Simak tahapan persiapan, pembebanan, dan pemantauan respons struktur selama pengujian berlangsung.

Pengalaman terukur

Project Loading Test dengan kondisi operasi yang berbeda

Tinjau bagaimana instrumentasi, sumber beban, akses, dan parameter pengukuran disusun untuk jembatan, jetty, taxiway, serta struktur rel.

Jalur terkait

Layanan dan solusi yang mendukung kebutuhan berikutnya

Diskusikan kebutuhan Anda

Siapkan Loading Test dari tujuan dan skenario beban yang jelas

Kirim jenis struktur, drawing, perhitungan atau model, sumber dan konfigurasi beban, parameter yang dibutuhkan, acceptance criteria, akses, lokasi, serta target waktu. Tim Testindo akan meninjau kebutuhan test plan, instrumentasi, mobilisasi, dan laporan.