Survey Instrument

FARO Focus 3D Laser Scanner

Pilih FARO Focus Core, Premium, Premium Max, i.1, atau i.1 X berdasarkan jarak objek, target accuracy, kebutuhan positioning, waktu akuisisi, dan workflow point cloud.

  • Dokumentasi kondisi eksisting dan as-built untuk BIM, renovasi, koordinasi desain, fasilitas industri, serta asset documentation.
  • Survei topografi, koridor, infrastruktur, stockpile, dan area luas yang memerlukan point cloud dalam referensi koordinat proyek.
  • Construction verification dan progress capture untuk membandingkan geometri lapangan dengan model atau drawing pada tahap yang ditetapkan.

Pilih FARO Focus dari range, accuracy, positioning, dan workflow data

FARO Focus merekam geometri lingkungan sebagai point cloud untuk mendukung as-built, BIM, dokumentasi fasilitas, survei geospatial, construction verification, dan public safety. Nilai proyeknya ditentukan oleh rangkaian kerja lengkap: perencanaan scan position, kontrol koordinat, pemeriksaan coverage di lapangan, registration, pengolahan, serta penyerahan data dalam format yang dapat digunakan tim berikutnya.

Pilihan model perlu mengikuti ukuran lokasi dan keputusan yang akan dibuat dari data. Range yang lebih panjang membantu mencakup area terbuka dari lebih sedikit posisi, sedangkan kebutuhan detail dan accuracy perlu diterjemahkan menjadi jarak kerja, scan density, control network, serta prosedur verifikasi yang konsisten.

Bandingkan model dari kebutuhan proyek

Model Pembeda terverifikasi Penggunaan yang sesuai Konsekuensi konfigurasi
Focus Core Range 100 m; 3D accuracy hingga 2 mm Dokumentasi bangunan, fasilitas, ruang, dan public safety pada area dengan jarak objek yang lebih pendek Konfirmasikan kebutuhan Flash, PanoCam, jumlah scan position, dan paket software
Focus Premium Range 200 m; 3D accuracy hingga 2 mm As-built, BIM, construction verification, dan dokumentasi AECO dengan cakupan menengah Seimbangkan coverage, detail, color capture, serta waktu registration dan processing
Focus Premium Max Range 400 m; 3D accuracy hingga 2 mm Topografi, koridor, infrastruktur, stockpile, dan lokasi terbuka yang luas Tetapkan control network, target, jarak antarposisi, dan kondisi atmosfer untuk pekerjaan jarak panjang
Focus i.1 Range hingga 200 m pada target putih; object scanning accuracy 0,9 mm; localizer; color scan sekitar 20 detik Survey-grade, AECO, dan public safety yang membutuhkan detail, color context, serta tracking posisi scan Gunakan metrik object scanning sesuai field of view dan jarak uji; tetapkan PanoCam, Stream, dan registration workflow
Focus i.1 X Range hingga 400 m pada target putih; object scanning accuracy 0,9 mm; GNSS/RTK; localizer Survei outdoor, geospatial, dan infrastruktur luas yang memerlukan real-time georeferencing Konfirmasikan datum, sistem koordinat, prosedur GNSS/RTK, control check, dan format GIS atau mapping

Angka 3D accuracy dan object scanning accuracy berasal dari prosedur verifikasi yang berbeda. Object scanning accuracy 0,9 mm pada Focus i.1 dan i.1 X berlaku pada jarak 20 m dengan field of view 90° × 90°, sedangkan 3D accuracy dinyatakan 2 mm pada 10 m dan 3,5 mm pada 25 m. RFQ perlu menyebut metrik serta kondisi pengukuran yang relevan agar angka spesifikasi selaras dengan acceptance plan proyek.

Rencanakan coverage dan kontrol sebelum mobilisasi

Range maksimum dipengaruhi reflectivity permukaan. Pada Focus i.1 dan i.1 X, target putih 90% mendukung jarak masing-masing hingga 200 m dan 400 m; target dark-grey 10% hingga 150 m, sedangkan target hitam 2% hingga 50 m. Sudut datang, cuaca, objek bergerak, halangan, dan line of sight juga menentukan posisi scanner serta jumlah setup yang diperlukan.

Susun scan plan dari jalur akses, overlap antarscan, area tersembunyi, elevasi, dan titik kontrol. Target atau sphere membantu registration berbasis referensi visual; control point dan total station dapat mengikat point cloud ke kontrol proyek. Focus i.1 menambahkan localizer untuk tracking posisi, sementara Focus i.1 X membawa GNSS/RTK receiver untuk georeferencing real time. Hasil GNSS/RTK tetap diperiksa terhadap datum, sistem koordinat, dan control check yang disepakati.

Periksa kelengkapan data sebelum meninggalkan lokasi

FARO Stream menyediakan position tracking, registration, overview map, dan 3D viewing untuk meninjau hubungan antarscan di lapangan. Pemeriksaan ini membantu operator menemukan gap, setup yang kurang terhubung, atau area yang perlu dipindai ulang ketika akses masih tersedia. Data dapat diteruskan ke Sphere XG untuk cloud-based processing dan collaboration, atau diproses melalui FARO SCENE sesuai kebijakan penyimpanan serta workflow organisasi.

Color capture memberi konteks visual untuk navigasi point cloud, dokumentasi kondisi, dan koordinasi lintas disiplin. Focus i.1 dan i.1 X menyediakan internal color hingga 266 MP serta external PanoCam hingga 120 MP. Accelerated Profile dengan PanoCam menyelesaikan typical scan sekitar 20 detik; scan density, field of view, color setting, dan jumlah posisi tetap dihitung dari deliverable serta kondisi lapangan.

Tetapkan format data, software, dan acceptance check

Registered point cloud perlu disiapkan untuk software tujuan, misalnya workflow BIM, CAD, GIS, volume calculation, deviation analysis, atau forensic reconstruction. Konfirmasikan coordinate reference, unit, naming convention, clipping atau segmentation, format ekspor, ukuran file, struktur folder, media penyerahan, dan kebutuhan akses cloud sebelum akuisisi dimulai.

Acceptance plan sebaiknya mencatat coverage, registration residual, control-point check, spot measurement, coordinate system, scan setting, data backup, dan versi software. Geometry capture menyediakan basis pengukuran; keputusan engineering atau conformity mengikuti tolerance, reference model, inspection procedure, serta otorisasi yang berlaku pada proyek.

Susun RFQ dari model hingga handover

Sertakan jenis proyek, luas serta tinggi area, jarak objek, target accuracy, kondisi permukaan, pencahayaan, cuaca, akses, sistem koordinat, jumlah hari lapangan, dan deliverable. Tambahkan kebutuhan Focus Core, Premium, Premium Max, i.1, atau i.1 X; PanoCam; localizer; GNSS/RTK; tripod; target atau sphere; baterai; storage; serta thermal cover bila pekerjaan berlangsung pada temperatur tinggi.

Untuk workflow data, jelaskan kebutuhan FARO Stream, SCENE, Sphere XG, processing workstation, format ekspor, jumlah pengguna, masa lisensi, training, calibration, commissioning, dan dukungan purna jual. Informasi tersebut memungkinkan paket hardware, software, aksesori, dan layanan disusun sesuai pekerjaan yang benar-benar akan dijalankan.

Kapan produk ini dipertimbangkan?

  • Dokumentasi kondisi eksisting dan as-built untuk BIM, renovasi, koordinasi desain, fasilitas industri, serta asset documentation.
  • Survei topografi, koridor, infrastruktur, stockpile, dan area luas yang memerlukan point cloud dalam referensi koordinat proyek.
  • Construction verification dan progress capture untuk membandingkan geometri lapangan dengan model atau drawing pada tahap yang ditetapkan.
  • Dokumentasi 3D lokasi untuk public safety, forensic reconstruction, pre-incident planning, dan investigasi yang memerlukan rekaman geometri menyeluruh.

Butuh bantuan?

Siapkan scope reality capture dan deliverable

  • Jenis proyek, objek, luas area, jarak minimum–maksimum, kondisi line of sight, reflectivity, cuaca, akses, serta target waktu lapangan
  • Target accuracy, sistem koordinat, control point, metode georeferencing, scan density, overlap, dan acceptance check
  • Registered point cloud, as-built, BIM, volume, deviation map, orthophoto, format ekspor, serta software tujuan
  • Model scanner, PanoCam, localizer, GNSS/RTK, target atau sphere, tripod, baterai, storage, software, training, calibration, dan jadwal

Diskusikan kebutuhan Anda

Perlu menentukan FARO Focus yang sesuai dengan area dan deliverable proyek?

Kirim luas area, jarak objek, target accuracy, sistem koordinat, kondisi lokasi, output akhir, software tujuan, dan jadwal agar model scanner, aksesori, serta workflow datanya dapat ditinjau sebelum pengadaan.