DEWETRON NEX[DAQ] Rugged USB & Ethernet DAQ System
Rekam respons sensor bersama CAN dan counter untuk troubleshooting, pengujian kendaraan, atau test bench. Hubungkan NEX[DAQ] ke komputer dengan OXYGEN, lalu pilih input, adapter, sampling, dan daya sesuai pekerjaan.
- Menelusuri gejala pada mesin atau prototype dengan membandingkan data sensor, sinyal digital, dan counter dalam satu susunan pengukuran.
- Menggabungkan respons sensor dengan data CAN-FD pada pengujian kendaraan atau test bench, melalui komputer penerima dan software OXYGEN.
- Merekam strain gauge, vibration, acoustic, atau temperature dengan input dan MSI adapter yang sesuai jenis sensor.
Gabungkan data sensor, CAN, dan counter untuk menelusuri respons pengujian
Gejala pada mesin, kendaraan, atau prototype lebih mudah ditelusuri ketika respons sensor dapat ditinjau bersama status digital, putaran, dan data CAN. DEWETRON NEX[DAQ] menggabungkan delapan analog inputs dengan counter, digital I/O, serta dua CAN interfaces dalam front-end rugged yang terhubung ke komputer melalui USB-C atau Ethernet. Konfigurasinya disusun dari sinyal yang perlu direkam dan detail respons yang ingin dianalisis.
Cocokkan setiap sensor dengan input yang diperlukan
Input analog bawaan mendukung voltage serta full/half bridge. Untuk IEPE accelerometer atau microphone, quarter bridge, charge sensor, RTD, thermocouple, dan jenis input tambahan lainnya, pilih MSI adapter yang sesuai. Pendekatan ini memungkinkan satu susunan DAQ menangani beberapa jenis sensor, dengan signal conditioning yang ditentukan per channel.
Mulai dari daftar sensor beserta output, range, bandwidth, excitation, connector, serta kebutuhan isolasi dan grounding. NEX[DAQ] memiliki isolasi pada Ethernet, USB, dan power supply terhadap input, sementara analog channels berbagi referensi tanpa isolasi antar-channel. Informasi ini perlu ditinjau ketika sensor dipasang pada titik dengan referensi listrik berbeda.
Pilih varian sampling dari detail respons yang ingin dilihat
NEX[DAQ]-200 menyediakan analog sampling hingga 200 kS/s per channel, sedangkan NEX[DAQ]-1000 hingga 1 MS/s per channel. Keduanya memakai ADC 24-bit. Pilih rate berdasarkan bandwidth sensor, perubahan tercepat yang perlu ditangkap, filter, serta tujuan analisis. Rekaman lebih rapat juga meningkatkan kebutuhan transfer dan kapasitas disk pada komputer.
Sampling counter memiliki batas maksimum 200 kS/s. Alokasikan empat advanced counter untuk kebutuhan seperti encoder, frequency, atau event counting, dan perhatikan bahwa delapan basic counter berbagi koneksi dengan delapan digital inputs. Daftar channel yang jelas membantu memastikan kebutuhan counter, digital I/O, serta analog input dapat ditangani oleh susunan yang ditawarkan.
Tinjau data CAN bersama pengukuran sensor
Dua interface mendukung CAN 2.0B dan CAN-FD untuk pengujian kendaraan atau test bench. Tentukan sinyal yang ingin dibaca, file definisi yang tersedia, pengaturan termination, serta hubungan datanya dengan channel sensor. Dengan demikian, tim dapat meninjau perubahan respons bersama konteks operasi kendaraan atau peralatan.
Jika jumlah titik temperature atau RTD bertambah, modul XR/CPAD dapat digunakan untuk ekspansi low-speed channels melalui interface CAN. Rencanakan tipe modul dan alokasi port bersama kebutuhan bus kendaraan. MSI adapter dan modul ekspansi dipilih dari daftar sensor serta channel yang akan digunakan.
Dekatkan front-end ke titik ukur dan rencanakan sinkronisasi
USB-C sesuai untuk menghubungkan satu unit dengan komputer penerima. Ethernet mendukung penempatan beberapa unit pada titik ukur terpisah dengan topologi daisy-chain atau star. Sinkronisasi PTP/IEEE1588 membantu menyelaraskan data antarunit agar respons dari lokasi berbeda dapat ditinjau dalam konteks waktu yang sama.
Untuk konfigurasi beberapa unit, siapkan jumlah channel per lokasi, jalur kabel, jaringan, sumber daya, serta kebutuhan transfer ke komputer. Housing IP67, desain fanless, dan rentang operasi −20 hingga +70 °C mendukung pengukuran pada lingkungan lapangan sesuai batas perangkat. Akses konektor, mounting, dan kondisi kabel tetap menjadi bagian perencanaan pemasangan.
Pastikan sumber daya sesuai port dan beban sensor
NEX[DAQ] dapat diberi daya melalui port USB-C PD-IN, PoE, atau LEMO DC. Untuk USB-C, pilih supply USB-PD 3.0 yang menyediakan 12, 15, atau 20 V dengan daya minimal 36 W. Untuk Ethernet dengan daya, gunakan PoE Plus IEEE 802.3at atau IEEE 802.3bt dengan minimal 24 W sesuai manual. Periksa pilihan adapter, power bank, atau supply kendaraan terhadap persyaratan tersebut.
Sensor excitation dan supply sensor menambah beban daya. Sertakan jenis sensor, tegangan, serta konsumsi dayanya pada RFQ agar sumber daya sistem dapat ditinjau bersama. Power buffer 0,5 detik ditujukan untuk voltage drop singkat; sumber daya utama tetap direncanakan untuk seluruh durasi pengujian.
Tentukan alur rekaman, analisis, dan penyerahan hasil
Komputer dengan OXYGEN serta driver NEX[DAQ] digunakan untuk mengatur dan merekam pengukuran. Tetapkan tampilan channel, trigger, event, perhitungan, FFT, serta format ekspor dan laporan sesuai kebutuhan tim penerima data. Fitur lanjutan seperti order analysis atau power analysis disusun bersama konfigurasi sensor, hardware, dan lisensi software pada penawaran.
Untuk meninjau bentuk sistem dan alur pengujian kendaraan, lihat solusi Automotive & Mobility Testindo. Lengkapi RFQ dengan test plan, daftar sensor, range, bandwidth, jumlah channel, sampling, kebutuhan CAN/counter, adapter, sinkronisasi, daya, durasi, komputer, analisis, dan jadwal. Detail perangkat dapat ditinjau melalui brosur NEX[DAQ] (PDF) dan technical reference manual (PDF).
Kapan produk ini dipertimbangkan?
- Menelusuri gejala pada mesin atau prototype dengan membandingkan data sensor, sinyal digital, dan counter dalam satu susunan pengukuran.
- Menggabungkan respons sensor dengan data CAN-FD pada pengujian kendaraan atau test bench, melalui komputer penerima dan software OXYGEN.
- Merekam strain gauge, vibration, acoustic, atau temperature dengan input dan MSI adapter yang sesuai jenis sensor.
- Menempatkan beberapa unit dekat titik ukur dan menyinkronkan data melalui Ethernet PTP/IEEE1588 untuk pengukuran terdistribusi.
NEX[DAQ] dari koneksi sensor sampai pengukuran lapangan
Susun channel, adapter, sampling, dan daya dari test plan
- 1
Mulai dari test plan dan daftar channel. Cantumkan sensor, output, range, bandwidth, excitation, connector, grounding, dan kebutuhan isolasi untuk setiap titik ukur.
- 2
Gunakan delapan analog inputs untuk voltage atau full/half bridge sesuai spesifikasi. Pilih MSI adapter untuk IEPE, quarter bridge, charge, RTD, thermocouple, current, atau input lain sesuai tipe adapter.
- 3
Pilih NEX[DAQ]-200 untuk analog sampling maksimum 200 kS/s per channel atau NEX[DAQ]-1000 hingga 1 MS/s per channel. Keduanya menggunakan ADC 24-bit; bandwidth sensor, filter, dan durasi menentukan rate yang diperlukan.
- 4
Alokasikan counter dan digital I/O sebelum pemesanan. Delapan basic counter berbagi koneksi dengan delapan digital inputs; empat advanced counter tersedia melalui konektor terpisah. Sampling counter maksimum 200 kS/s.
- 5
Tentukan data CAN 2.0B atau CAN-FD, file definisi sinyal, kebutuhan termination, dan pemakaian port untuk XR/CPAD. Modul ekspansi dan MSI adapter dipilih sebagai bagian konfigurasi sistem.
- 6
Untuk beberapa unit, susun topologi Ethernet daisy-chain atau star, sinkronisasi PTP, alur jaringan, jumlah channel, dan kebutuhan transfer ke komputer penerima.
- 7
Periksa sumber daya berdasarkan port yang digunakan. USB-C PD memerlukan USB-PD 3.0 pada 12, 15, atau 20 V dengan daya minimal 36 W; PoE memerlukan standar dan daya yang sesuai manual.
- 8
Sertakan kondisi pemasangan, kabel dan connector, komputer dengan driver NEX[DAQ] dan OXYGEN, kapasitas disk, durasi, trigger, fitur analisis, lisensi, format ekspor, jumlah unit, serta jadwal pada RFQ.
Spesifikasi utama
- Arsitektur
- Front-end DAQ dengan komputer penerima terpisah; koneksi USB-C atau Ethernet
- Analog inputs
- 8 channel voltage dan full/half bridge dengan TEDS/MSI support; konektor D-SUB 9-pin female
- Pilihan input range voltage
- 100 mV hingga 100 V; programmable sesuai spesifikasi input
- Rated input voltage
- 33 VRMS, 46,7 VPEAK, atau 70 VDC; perhatikan rating serta grounding saat memilih koneksi
- ADC
- 24-bit Delta-Sigma pada NEX[DAQ]-200 dan NEX[DAQ]-1000
- Sampling NEX[DAQ]-200
- Maksimum 200 kS/s per analog channel; digital I/O dan counter maksimum 200 kS/s
- Sampling NEX[DAQ]-1000
- Maksimum 1 MS/s per analog channel dan digital I/O; counter maksimum 200 kS/s
- Hardware filters
- Butterworth dan Bessel; orde 2, 4, 6, atau 8
- Bridge excitation
- 1–10 V, programmable; remote sense support
- Sensor supply
- 2–24 V, programmable; maksimum 100 mA dan 0,5 W per analog sensor supply; total seluruh sensor supply maksimum 5 W
- Isolasi
- Ethernet, USB, dan power supply terisolasi dari input channels; tanpa isolasi antar-analog channel
- Digital inputs dan basic counter
- 8 CMOS/TTL digital inputs; berbagi koneksi D-SUB 37-pin dengan 8 basic counter untuk event counting atau frequency
- Digital outputs
- 4 outputs melalui konektor DIO
- Advanced counter
- 4 full-featured counter melalui LEMO; event, gated, up/down, frequency, duty cycle, edge separation, dan encoder x1/x2/x4
- CAN interfaces
- 2 CAN 2.0B / CAN FD 1.0 melalui D-SUB 9-pin male
- Ekspansi XR/CPAD
- Melalui interface CAN untuk tambahan low-speed channels; tipe modul, jumlah channel, dan alokasi port ditentukan dalam konfigurasi
- Input tambahan melalui MSI
- IEPE, quarter bridge, charge, RTD, LVDT, thermocouple, current, atau voltage sesuai tipe dan rating adapter
- Ethernet
- 2 port Gigabit Ethernet, M12 X-coded; DHCP atau static IP
- Topologi dan sinkronisasi
- Daisy-chain atau star; sinkronisasi melalui Ethernet PTP/IEEE1588
- USB
- USB-C untuk koneksi data ke komputer; USB 2.0/3.0
- Power supply
- USB-C PD-IN, PoE, atau LEMO DC
- USB-C PD requirement
- USB-PD 3.0; output 12 V, 15 V, atau 20 V; minimal 36 W
- PoE requirement
- PoE Plus IEEE 802.3at atau IEEE 802.3bt; minimal 24 W
- LEMO rated input voltage
- 9–36 VDC; periksa spesifikasi sumber daya dan konfigurasi pada manual
- Konsumsi daya
- Tipikal 12 W tanpa sensor supply; hingga 20 W dengan sensor supply
- Power buffer
- 0,5 detik untuk voltage drop
- Housing dan cooling
- IP67; passive cooling, fanless
- Kondisi operasi
- −20 hingga +70 °C; 10–90% RH non-condensing
- Dimensi dan berat
- 242 × 120 × 43,3 mm; sekitar 1,25 kg
- Software dan komputer
- OXYGEN dan driver NEX[DAQ] pada komputer penerima; fitur analisis, lisensi, serta spesifikasi komputer ditetapkan dalam penawaran
Butuh bantuan?
Kirim daftar sensor dan kebutuhan pengujian NEX[DAQ]
- Objek, gejala yang diperiksa, sensor, jumlah channel, output, range, bandwidth, excitation, dan kebutuhan isolasi
- Varian NEX[DAQ]-200 atau NEX[DAQ]-1000, sampling, filter, counter, CAN, XR/CPAD, MSI adapter, dan sinkronisasi antarunit
- Kondisi lokasi, mounting, kabel, USB-C atau Ethernet, sumber daya, komputer, kapasitas disk, dan durasi pengujian
- Trigger, fitur analisis OXYGEN, lisensi, format ekspor, laporan, jumlah unit, training, dan jadwal