Proceq Pundit 200 Ultrasonic Pulse Velocity Tester
Untuk pengujian UPV dan pemetaan keseragaman beton: Pundit 200 menggabungkan A-scan, Line Scan, Area Scan, data logging, correlation, serta pilihan transducer 24–500 kHz dalam satu touchscreen lapangan.
- Mengukur transmission time dan ultrasonic pulse velocity pada beton untuk membandingkan keseragaman antar-elemen atau antar-area.
- Membuat Line Scan dan Area Scan berwarna berdasarkan grid untuk menandai zona dengan respons berbeda yang perlu ditinjau lebih lanjut.
- Mengestimasi crack depth pada kondisi geometri yang sesuai serta menjalankan surface velocity measurement dari satu sisi permukaan.
Pilih measurement mode dan transducer dari keputusan inspeksi
Proceq Pundit 200 adalah ultrasonic pulse velocity tester untuk pemeriksaan beton dan material padat melalui pengukuran transmission time serta respons gelombang pada A-scan. Touchscreen 7 inci menyatukan pengaturan measurement, penyimpanan waveform, Line Scan, Area Scan, Data Logging, dan review hasil di lapangan. Pemilihan transducer serta susunan transmitter–receiver tetap mengikuti material, panjang lintasan, ukuran agregat, akses, dan keputusan yang perlu didukung.
Susun measurement dari pertanyaan inspeksi
Pulse velocity membantu membandingkan keseragaman antar-titik atau antar-area. Line Scan menyimpan rangkaian reading sepanjang satu jalur, sedangkan Area Scan membentuk visualisasi berwarna pada grid yang ditentukan pengguna. Perbedaan warna menandai zona dengan respons berbeda untuk pemeriksaan lanjutan; interpretasinya perlu mempertimbangkan reinforcement, moisture, geometri, surface condition, coupling, serta panjang lintasan.
Surface Velocity digunakan ketika pengukuran dilakukan dari satu sisi dengan transmitter tetap dan receiver dipindahkan pada interval tertentu. Crack Depth memakai dua susunan pengukuran di sekitar crack. Kondisi yang mendukung metode ini mencakup crack yang tegak lurus terhadap permukaan, kering dan bersih, cukup terbuka, serta jauh dari rebar yang dapat menyediakan lintasan gelombang alternatif.
Data Logging menjalankan urutan pengukuran berbasis waktu dan menyimpan waveform untuk setiap reading. Mode ini dapat digunakan untuk mengikuti perubahan pulse velocity selama material setting, dengan interval, durasi, posisi transducer, temperatur, dan kondisi curing yang dicatat secara konsisten.
Pilih frekuensi transducer dari agregat dan lintasan
Pundit 200 mendukung transducer Proceq 24, 54, 150, 250, dan 500 kHz, termasuk 54 kHz exponential serta 40 kHz dry-point shear-wave. Frekuensi rendah memiliki wavelength lebih panjang sehingga lebih sesuai untuk agregat kasar, objek besar, dan lintasan lebih panjang. Frekuensi tinggi memberikan onset signal yang lebih tegas pada material halus atau objek kecil, dengan transmission range yang lebih mudah berkurang akibat scattering.
Pasangan 54 kHz merupakan konfigurasi umum untuk beton, wood, dan rock. Exponential 54 kHz membantu pada rough atau curved surface dan dapat digunakan tanpa coupling gel, dengan signal yang lebih lemah sehingga gain dan trigger point perlu diperiksa melalui waveform. Standard BNC connector juga memungkinkan third-party transducer hingga 500 kHz setelah compatibility, frequency setting, zeroing, dan calibration dikonfirmasi.
Bangun correlation dari material yang diuji
Compressive-strength correlation memerlukan conversion curve yang valid untuk beton aktual dan dimuat ke unit melalui PL-Link. Data core, cube, atau cylinder perlu mewakili mix, umur, moisture, dan kondisi pengujian. SONREB menggabungkan pulse velocity dengan rebound value pada lokasi yang sama untuk membangun estimasi berbasis correlation yang telah ditetapkan.
Dynamic E-modulus menggunakan P-wave dan S-wave velocity bersama density material. Konfigurasi ini memerlukan shear-wave transducer yang sesuai, alignment yang benar, penentuan onset gelombang pada A-scan, serta data density. Cantumkan parameter dan standard yang dipakai agar transducer, couplant atau dry-point setup, serta data input tersedia sejak awal.
Pisahkan konfigurasi UPV dan pulse-echo
Pundit touchscreen dapat digunakan untuk classical pulse velocity dan compatible pulse-echo testing. Paket Pundit PL-200 berfokus pada UPV dengan sepasang contact transducer; pekerjaan pulse-echo memerlukan transducer, cable, contact tester, dan konfigurasi atau activation yang sesuai. Sebutkan target internal imaging atau one-sided inspection secara eksplisit agar scope penawaran tidak berhenti pada paket UPV standard.
Tetapkan kit, data, dan dukungan dalam RFQ
Typical Pundit PL-200 package mencakup touchscreen, battery, power supply, USB cable, dua transducer 54 kHz, dua BNC cable, adapter cable, couplant, calibration rod, carrying strap, software, documentation, dan case. Opsi meliputi exponential transducer, dry-point shear-wave transducer dan calibration plate, transducer holder, replacement battery, quick charger, serta pulse-echo configuration.
Sertakan material dan dimensi elemen, akses, panjang lintasan, kondisi permukaan, reinforcement, moisture, ukuran agregat, measurement mode, grid, jumlah titik, standard, acceptance criteria, kebutuhan correlation, waveform, format report, training, lokasi, dan jadwal. Tinjau tech specs Pundit 200 (PDF), operating manual (PDF), serta quick-start guide dan product certificates (PDF) sebelum menetapkan konfigurasi akhir.
Kapan produk ini dipertimbangkan?
- Mengukur transmission time dan ultrasonic pulse velocity pada beton untuk membandingkan keseragaman antar-elemen atau antar-area.
- Membuat Line Scan dan Area Scan berwarna berdasarkan grid untuk menandai zona dengan respons berbeda yang perlu ditinjau lebih lanjut.
- Mengestimasi crack depth pada kondisi geometri yang sesuai serta menjalankan surface velocity measurement dari satu sisi permukaan.
- Mengembangkan correlation kuat tekan, SONREB, atau dynamic E-modulus dengan data referensi dan transducer yang sesuai.
- Merekam perubahan pulse velocity secara berkala melalui Data Logging, misalnya selama proses setting material berbasis semen.
Galeri Pundit 200
Data yang menentukan konfigurasi Pundit 200
- 1
Jelaskan material, jenis elemen, dimensi, panjang lintasan, akses satu atau dua sisi, kondisi permukaan, reinforcement, moisture, dan ukuran agregat yang diperkirakan.
- 2
Transmission time, pulse velocity, surface velocity, crack depth, Line Scan, Area Scan, Data Logging, compressive-strength correlation, SONREB, atau E-modulus.
- 3
Pilih frekuensi transducer dari ukuran agregat, dimensi objek, panjang lintasan, kondisi permukaan, dan resolusi yang dibutuhkan. Frekuensi rendah mendukung lintasan lebih panjang atau agregat lebih kasar; frekuensi tinggi sesuai material lebih halus dan objek lebih kecil.
- 4
Konfirmasi standard 54 kHz contact transducers, 54 kHz exponential transducers untuk permukaan kasar atau melengkung, 40 kHz dry-point shear-wave transducers untuk S-wave, atau opsi 24/150/250/500 kHz.
- 5
Untuk correlation kuat tekan atau SONREB, siapkan hasil core/cube/cylinder atau rebound value pada lokasi yang mewakili material aktual, lalu tetapkan curve, rentang valid, dan acceptance criteria.
- 6
Untuk crack depth, konfirmasi orientasi crack, kondisi kering dan bersih, posisi rebar, jarak transducer, serta ruang untuk melakukan dua susunan pengukuran sesuai procedure.
- 7
Tetapkan ukuran dan spacing grid, jumlah line/titik, penamaan file, waveform yang disimpan, kebutuhan PL-Link, format ekspor, struktur report, serta data pembanding.
- 8
Cantumkan daftar transducer, BNC cable/adapter, couplant, calibration rod, spare battery, quick charger, pulse-echo option, training, jumlah unit, dan lokasi penggunaan dalam RFQ.
Spesifikasi utama
- Teknologi utama
- Ultrasonic pulse velocity
- Bandwidth
- 20–500 kHz
- Nominal transducer frequency
- 24–500 kHz
- Measurement resolution
- 0,1 µs hingga 793 µs; 1 µs di atas 793 µs menurut operating manual
- Measurement range
- Hingga 15 m, bergantung kualitas beton, frekuensi transducer, geometri, dan kondisi lintasan
- Pulse voltage UPV
- 100–450 Vpp, dapat diatur
- Receiver gain
- 1×–10.000× atau 0–80 dB dalam 11 tahap
- Receiver sensitivity
- 10 µV
- Receiver input impedance
- 7 kΩ
- Pulse shape dan channel
- Square wave; satu channel UPV
- Measurement modes
- Transmission time, distance, pulse velocity, surface velocity, compressive-strength correlation, crack depth, E-modulus, Line Scan, Area Scan, dan Data Logging
- A-scan
- Zoom dan scroll, penyimpanan waveform, dual cursor, amplitude cursor, automatic/manual triggering, adjustable threshold, dan update hingga 25 Hz
- Area Scan
- Grid dapat ditentukan pengguna dengan visualisasi berwarna untuk pulse velocity, transmission time, atau distance sesuai measurement setup
- Transducer Proceq yang tersedia
- 24, 54, 150, 250, dan 500 kHz; 54 kHz exponential; serta 40 kHz shear-wave dry-point contact
- Third-party transducer
- Standard BNC connector untuk transducer hingga 500 kHz; compatibility dan calibration perlu dikonfirmasi
- Display
- Rugged color touchscreen 7 inci, 800 × 480 piksel, dual-core processor
- Memory
- Internal flash memory 8 GB untuk hasil dan waveform
- Koneksi
- USB host/device dan Ethernet
- PC software
- PL-Link untuk analisis dan ekspor data ke aplikasi lain
- Battery display unit
- 3,6 V, 14 Ah; lebih dari 8 jam pada standard operating mode
- Power input
- 12 V ±25%, 1,5 A
- Kondisi operasi
- −10 hingga +50 °C; humidity kurang dari 95% RH non-condensing
- Protection
- IP54
- Dimensi dan berat display unit
- 250 × 162 × 62 mm; sekitar 1,5 kg termasuk battery
- Standards dan guidelines pada sumber pabrikan
- ASTM C597-02, EN 12504-4, ISO 1920-7:2004, CECS 21, IS 13311, dan GOST 17624; edisi yang diwajibkan proyek perlu dikonfirmasi
- Typical Pundit PL-200 package
- Carrying case, Pundit touchscreen, battery, power supply, USB cable, dua transducer 54 kHz, dua BNC cable 1,5 m, BNC adapter cable, couplant, calibration rod, carrying strap, software, dan documentation
- Opsi dan aksesori
- 54 kHz exponential transducers, 40 kHz dry-point shear-wave transducers dan DPC calibration plate, transducer holder, replacement battery, quick charger, serta compatible pulse-echo transducer/configuration
Butuh bantuan?
Siapkan lintasan, transducer, dan output untuk RFQ
- Material, elemen, dimensi, akses, panjang lintasan, permukaan, reinforcement, moisture, dan ukuran agregat
- Measurement mode, frekuensi serta tipe transducer, grid/spacing, jumlah titik, dan standard yang digunakan
- Data core/cube/cylinder atau rebound untuk correlation, curve, acceptance criteria, dan kebutuhan waveform
- PL-Link, format ekspor/report, aksesori, pulse-echo option, training, jumlah unit, lokasi, dan jadwal